Jiang Yue, murid termuda yang sering diremehkan di Sekte Gunung Hua, tanpa sengaja membuka segel purba di dalam gua karst. Dari celah itu bangkit sosok yang disebut Iblis Tersenyum, entitas tua yang tertambat pada bayangan Jiang Yue. Keduanya terikat perjanjian ganjil: kekuatan sebagai imbalan atas disiplin hati dan rahasia yang harus dijaga dari para tetua. Seiring teknik pedang Hua yang anggun berpadu dengan energi iblis yang liar, Jiang Yue belajar mengimbangi batas diri sambil menyembunyikan asal kekuatannya.
Ketika kabar tentang segel yang runtuh menyebar, sekte ortodoks dan kultus sesat mulai bergerak. Intrik internal, senior yang curiga, dan tamu misterius mengguncang kedamaian Gunung Hua. Di tengah badai itu, Jiang Yue harus menentukan jalur baru yang tidak melulu hitam putih. Ia bertekad memutus siklus kebencian berabad-abad, meski artinya bernegosiasi dengan kegelapan yang hidup di bawah kulitnya sendiri.
Jiang Yue, murid termuda yang sering diremehkan di Sekte Gunung Hua, tanpa sengaja membuka segel purba di dalam gua karst. Dari celah itu bangkit sosok yang disebut Iblis Tersenyum, entitas tua yang tertambat pada bayangan Jiang Yue. Keduanya terikat perjanjian ganjil: kekuatan sebagai imbalan atas disiplin hati dan rahasia yang harus dijaga dari para tetua. Seiring teknik pedang Hua yang anggun berpadu dengan energi iblis yang liar, Jiang Yue belajar mengimbangi batas diri sambil menyembunyikan asal kekuatannya.
Ketika kabar tentang segel yang runtuh menyebar, sekte ortodoks dan kultus sesat mulai bergerak. Intrik internal, senior yang curiga, dan tamu misterius mengguncang kedamaian Gunung Hua. Di tengah badai itu, Jiang Yue harus menentukan jalur baru yang tidak melulu hitam putih. Ia bertekad memutus siklus kebencian berabad-abad, meski artinya bernegosiasi dengan kegelapan yang hidup di bawah kulitnya sendiri.
Jiang Yue, murid termuda yang sering diremehkan di Sekte Gunung Hua, tanpa sengaja membuka segel purba di dalam gua karst. Dari celah itu bangkit sosok yang disebut Iblis Tersenyum, entitas tua yang tertambat pada bayangan Jiang Yue. Keduanya terikat perjanjian ganjil: kekuatan sebagai imbalan atas disiplin hati dan rahasia yang harus dijaga dari para tetua. Seiring teknik pedang Hua yang anggun berpadu dengan energi iblis yang liar, Jiang Yue belajar mengimbangi batas diri sambil menyembunyikan asal kekuatannya.
Ketika kabar tentang segel yang runtuh menyebar, sekte ortodoks dan kultus sesat mulai bergerak. Intrik internal, senior yang curiga, dan tamu misterius mengguncang kedamaian Gunung Hua. Di tengah badai itu, Jiang Yue harus menentukan jalur baru yang tidak melulu hitam putih. Ia bertekad memutus siklus kebencian berabad-abad, meski artinya bernegosiasi dengan kegelapan yang hidup di bawah kulitnya sendiri.