Di sebuah akademi elit, seorang siswa biasa memutuskan untuk menaklukkan sang putri sekolah yang dijuluki Hime. Dengan rencana rapih bak pemain game kencan, ia menyiapkan momen, mengatur jarak, dan mengincar timing pengakuan. Namun setiap langkah justru memicu bendera kejadian tak terduga: gosip menyebar, rival bermunculan, dan klub hingga OSIS ikut campur tangan.
Ketika strategi makin dalam, suasana kampus berubah seperti medan perang sosial. Salah paham berantai, taktik saling sergap, dan perang urat saraf membuat hubungan mereka naik turun secara dramatis tapi kocak. Di tengah kekacauan itu, keduanya dipaksa jujur pada perasaan sendiri, sementara sang protagonis belajar bahwa menaklukkan hati orang lain tidak sama dengan menamatkan sebuah rute game.
Di sebuah akademi elit, seorang siswa biasa memutuskan untuk menaklukkan sang putri sekolah yang dijuluki Hime. Dengan rencana rapih bak pemain game kencan, ia menyiapkan momen, mengatur jarak, dan mengincar timing pengakuan. Namun setiap langkah justru memicu bendera kejadian tak terduga: gosip menyebar, rival bermunculan, dan klub hingga OSIS ikut campur tangan.
Ketika strategi makin dalam, suasana kampus berubah seperti medan perang sosial. Salah paham berantai, taktik saling sergap, dan perang urat saraf membuat hubungan mereka naik turun secara dramatis tapi kocak. Di tengah kekacauan itu, keduanya dipaksa jujur pada perasaan sendiri, sementara sang protagonis belajar bahwa menaklukkan hati orang lain tidak sama dengan menamatkan sebuah rute game.
Di sebuah akademi elit, seorang siswa biasa memutuskan untuk menaklukkan sang putri sekolah yang dijuluki Hime. Dengan rencana rapih bak pemain game kencan, ia menyiapkan momen, mengatur jarak, dan mengincar timing pengakuan. Namun setiap langkah justru memicu bendera kejadian tak terduga: gosip menyebar, rival bermunculan, dan klub hingga OSIS ikut campur tangan.
Ketika strategi makin dalam, suasana kampus berubah seperti medan perang sosial. Salah paham berantai, taktik saling sergap, dan perang urat saraf membuat hubungan mereka naik turun secara dramatis tapi kocak. Di tengah kekacauan itu, keduanya dipaksa jujur pada perasaan sendiri, sementara sang protagonis belajar bahwa menaklukkan hati orang lain tidak sama dengan menamatkan sebuah rute game.