Raka, siswa magang di sebuah percetakan kecil, tanpa sengaja menemukan kartrid eksperimental bernama HITONER yang membuat apa pun yang dicetak menjadi hidup. Dari coretan di buku sketsa, ia mencetak Nera, sosok pelindung yang lincah dan peka. Saat desain, poster, dan stiker buatan Raka mulai bergerak di jalan-jalan kota, rumor tentang tinta ajaib menyebar cepat, menarik perhatian komunitas zine sekaligus pihak yang tidak diinginkan.
Di balik euforia itu, perusahaan raksasa KromaTech memburu Raka untuk memanfaatkan HITONER dalam proyek penulisan ulang memori massal. Setiap cetakan ternyata menguras potongan ingatan sang pencetak. Raka dan Nera harus berpacu melawan waktu, menyeimbangkan kreativitas yang meledak dengan risiko kehilangan diri. Puncaknya, mereka menyiapkan perang selebaran dan mural hidup demi menggagalkan peluncuran global yang bisa mengubah identitas seluruh kota.
Raka, siswa magang di sebuah percetakan kecil, tanpa sengaja menemukan kartrid eksperimental bernama HITONER yang membuat apa pun yang dicetak menjadi hidup. Dari coretan di buku sketsa, ia mencetak Nera, sosok pelindung yang lincah dan peka. Saat desain, poster, dan stiker buatan Raka mulai bergerak di jalan-jalan kota, rumor tentang tinta ajaib menyebar cepat, menarik perhatian komunitas zine sekaligus pihak yang tidak diinginkan.
Di balik euforia itu, perusahaan raksasa KromaTech memburu Raka untuk memanfaatkan HITONER dalam proyek penulisan ulang memori massal. Setiap cetakan ternyata menguras potongan ingatan sang pencetak. Raka dan Nera harus berpacu melawan waktu, menyeimbangkan kreativitas yang meledak dengan risiko kehilangan diri. Puncaknya, mereka menyiapkan perang selebaran dan mural hidup demi menggagalkan peluncuran global yang bisa mengubah identitas seluruh kota.
Raka, siswa magang di sebuah percetakan kecil, tanpa sengaja menemukan kartrid eksperimental bernama HITONER yang membuat apa pun yang dicetak menjadi hidup. Dari coretan di buku sketsa, ia mencetak Nera, sosok pelindung yang lincah dan peka. Saat desain, poster, dan stiker buatan Raka mulai bergerak di jalan-jalan kota, rumor tentang tinta ajaib menyebar cepat, menarik perhatian komunitas zine sekaligus pihak yang tidak diinginkan.
Di balik euforia itu, perusahaan raksasa KromaTech memburu Raka untuk memanfaatkan HITONER dalam proyek penulisan ulang memori massal. Setiap cetakan ternyata menguras potongan ingatan sang pencetak. Raka dan Nera harus berpacu melawan waktu, menyeimbangkan kreativitas yang meledak dengan risiko kehilangan diri. Puncaknya, mereka menyiapkan perang selebaran dan mural hidup demi menggagalkan peluncuran global yang bisa mengubah identitas seluruh kota.